Morbidelli C252V —
Si Italia yang Bikin
Kepala Noleh
V-Twin 249cc bersarang di rangka cruiser 200 kg, belt drive, slipper clutch, Bosch ABS — dan harga yang (relatif) masuk akal. Tapi apakah ia semenarik penampilannya?
"Saya tidak menyangka akan berdiri di parkiran selama 10 menit, cuma untuk memandangi sebuah motor 250cc. Tapi Morbidelli C252V memang beda. Ia bukan sekadar motor — ia adalah pernyataan."
Ketika Italia Masuk ke Kelas 250cc
Nama Morbidelli mungkin terdengar asing di telinga pengendara Indonesia generasi sekarang, tapi di dunia balap motor, nama itu sudah legendaris sejak era 1970-an. Merek asal Italia ini pernah merajai kelas 125cc dan 250cc Grand Prix, mencetak nama bersama pembalap-pembalap besar dunia. Kini, di bawah bendera Benelli Motor Indonesia, nama itu hidup kembali — kali ini bukan di sirkuit, melainkan di jalanan kota dan jalan raya Indonesia.
Motor perdana yang resmi dijual adalah Morbidelli C252V. Sebuah cruiser bergaya sport dengan mesin V-Twin 249cc yang liquid-cooled. Dengar baik-baik: V-Twin, 249cc. Kalau Anda pernah membayangkan sensasi cruiser bermesin dua silinder dalam bentuk yang lebih terjangkau dan mudah dikendalikan — ini dia.
Saya mendapat kesempatan menjajal C252V selama beberapa hari, mulai dari jalanan kota yang padat, jalan tol, hingga jalan provinsi berliku. Ini bukan sekadar test ride singkat di parkiran. Ini pengalaman berkendara nyata — dan saya akan ceritakan semuanya, apa adanya.
Gaya Cruiser yang Tidak Main-Main
Hal pertama yang langsung menghantam mata saat melihat C252V secara langsung adalah proporsinya yang mengejutkan. Di atas kertas, ini adalah motor 250cc — tapi tampilannya jauh lebih besar dari itu. Tangki bahan bakar yang membulat, suspensi depan upside-down berdiameter 37mm yang tebal, ban 130/90-16 di depan dan 150/80-16 di belakang, semuanya menciptakan kesan "moge look" yang bukan sekadar kosmetik.
Dibandingkan saudaranya Keeway V252C yang pakai platform serupa, C252V terasa lebih elegan dan berwibawa. Finishing-nya rapi, lekukan bodi dikerjakan dengan presisi, dan tidak ada kesan murahan sama sekali meski harganya masuk kelas entry-level premium.
Headlamp dan Pencahayaan Full LED
Lampu utama berbentuk bundar sudah menggunakan full LED dengan DRL terintegrasi — dan ini bukan sekedar LED lipstik. Sorotnya terang, pancarannya bersih, dan secara estetika sangat konsisten dengan karakter keseluruhan motor. Sepasang sein LED berada tepat di atas headlamp, memberikan kesan simetris yang menyenangkan. Di malam hari, tampilan depan C252V benar-benar memukau.
Panel Instrumen LCD Bundar
Satu detail yang langsung saya perhatikan adalah panel instrumen — layar LCD bundar berwarna penuh yang dipasang di tengah stang. Desainnya retro-modern, sangat cocok dengan karakter cruiser. Layar ini menampilkan speedometer, tachometer, indikator gigi, odometer, konsumsi BBM, hingga indikator TCS. Keterbacaan di siang hari cukup baik, meskipun pada sudut tertentu bisa sedikit memantul.
Pilihan Warna
C252V hadir dalam lima pilihan warna: Black, Bordeaux (merah marun), Blue, Silver, dan Green. Menurut saya, varian Bordeaux adalah yang paling karismatis — perpaduan warna gelap dengan aksen krom menciptakan tampilan yang klasik namun tidak ketinggalan zaman. Varian Black juga tidak kalah keren untuk yang suka tampilan agresif misterius.
"C252V bukan motor 250cc yang kebetulan tampil seperti cruiser besar —
ia dirancang dari awal untuk terlihat dan terasa seperti motor kelas atas."
Jantung V-Twin yang Punya Karakter
Inilah bintang utama dari seluruh pertunjukan ini: mesin V-Twin 249cc, 4-stroke, liquid-cooled, SOHC 8-valve. Konfigurasi V-twin ini bukan sembarangan marketing gimmick — kita bicara dua silinder sungguhan yang tersusun dalam sudut-V, dengan karakter suara dan getaran yang sangat berbeda dari mesin satu silinder atau dua silinder paralel.
Angka resminya: 25,48 hp di 9.000 rpm dan torsi 25 Nm di 5.500 rpm. Di atas kertas ini terlihat moderat, tapi di jalanan nuansanya berbeda. Torsi yang tersedia mulai dari putaran bawah membuat akselerasi di kecepatan kota terasa gemuk dan responsif. Anda tidak perlu memompa gas tinggi-tinggi untuk menyalip — cukup putar sedikit, dan motor langsung merespons dengan mantap.
Suara yang Membuat Tersenyum
Saya tidak akan bohong — salah satu alasan terbesar orang membeli cruiser V-twin adalah suaranya. Dan C252V tidak mengecewakan dalam hal ini. Ada dentuman khas V-twin yang dalam, terutama saat putaran mesin rendah hingga menengah. Bukan setara Harley-Davidson tentu saja, tapi untuk kelas 250cc, suaranya terasa genuine dan berkarakter — bukan suara "mesin jahit" yang identik dengan motor-motor kecil.
Belt Drive — Bukan Rantai Biasa
Motor cruiser kelas ini umumnya masih pakai rantai konvensional. C252V memilih belt drive (sabuk) sebagai sistem penggerak akhir. Ini adalah keputusan yang berani sekaligus sangat fungsional. Belt drive lebih senyap, getarannya lebih sedikit, dan yang terpenting — hampir tidak perlu perawatan rutin. Tidak ada pelumasan rantai, tidak ada penyetelan kekencangan berkala. Cukup cek kondisi belt secara visual setiap beberapa ribu km.
Slipper Clutch
Fitur yang biasanya hanya ada di motor sport kelas atas, kini hadir di cruiser 250cc ini. Slipper clutch bekerja mencegah ban belakang selip saat engine braking agresif — misalnya saat downshift mendadak di tikungan. Dalam sesi riding santai, Anda mungkin tidak merasakannya. Tapi saat perjalanan panjang dengan banyak variasi kecepatan, kehadiran slipper clutch membuat perpindahan gigi terasa lebih halus dan percaya diri.
200 Kilogram yang Mengejutkan
Ketika pertama kali saya cek bobot C252V — 200 kg — ada rasa khawatir yang muncul. Ini bukan motor ringan. Untuk perbandingan, Honda CB150R hanya sekitar 132 kg. Tapi begitu saya naik dan mulai bergerak, kekhawatiran itu menguap.
Rahasia besarnya ada pada tinggi dudukan hanya 690 mm — sangat rendah untuk ukuran cruiser. Pengendara dengan tinggi 160cm pun bisa berdiri dengan nyaman saat berhenti. Titik gravitasi yang rendah juga membuat motor terasa lebih ringan dari angka bobotnya. Di parkiran dan manuver pelan, C252V terasa sangat mudah dikendalikan.
Suspensi: Tidak Terlalu Keras, Tidak Terlalu Empuk
Suspensi depan upside-down fork 37mm dengan travel 115mm memberikan respon yang cukup sporty tanpa mengorbankan kenyamanan. Di jalan aspal mulus, reboundnya terasa presisi. Di jalanan berbatu atau berlubang sedang, suspensinya masih bisa menyerap dengan baik — tidak se-empuk touring bike, tapi sama sekali tidak menyiksa.
Suspensi belakang adalah dual shock dengan preload adjustable. Penyesuaian preload berguna saat Anda membawa penumpang atau barang bawaan ekstra.
Posisi Berkendara yang Benar-Benar Cruiser
Stang T-bar yang tinggi dengan double clamp menciptakan postur berkendara tegak yang khas cruiser. Kaki sedikit ke depan, punggung tegak, tangan rileks di atas stang. Untuk riding jarak jauh, posisi ini sangat nyaman — tidak ada tekanan berlebih di pergelangan tangan seperti motor sport. Setelah 3 jam berkendara, bahu dan punggung saya masih segar.
Radius Putar & Manuver Kota
Wheelbase 1.490mm cukup panjang untuk ukuran 250cc, yang berarti radius putar tidak setangkas motor bebek. Di gang sempit atau kemacetan padat, Anda perlu sedikit lebih berhati-hati. Tapi begitu di jalan terbuka atau raya, wheelbase panjang ini justru memberikan stabilitas lurus yang meyakinkan.
Paket Teknologi yang Tidak Tanggung-Tanggung
Di sinilah C252V benar-benar menggebrak ekspektasi untuk kelasnya. Motor ini datang bukan sekadar tampilan — ia membawa teknologi keselamatan dan kenyamanan yang biasanya hanya ada di motor dua kali lebih mahal.
Bosch Dual-Channel ABS
Sistem ABS dari Bosch — pemain terpercaya di industri — bekerja di kedua roda secara independen. Dalam situasi pengereman mendadak, ABS ini merespons sangat cepat dan halus. Saya sempat menguji pengereman darurat di jalan basah, dan ABS bekerja persis seperti harusnya: rem tidak mengunci, motor tetap stabil dan terarah.
Traction Control System (TCS)
TCS (Traction Control System) adalah fitur yang jarang hadir di kelas 250cc. Sistem ini secara aktif memantau wheel spin di roda belakang dan mengintervensi bila terjadi selip. Berguna terutama di permukaan licin atau saat akselerasi agresif di tikungan. Fitur ini bisa dinonaktifkan bila Anda menginginkan kontrol penuh.
Rem Cakram Oversized
Cakram depan 320mm dengan kaliper 4-piston dan cakram belakang 260mm dengan kaliper 2-piston. Ini bukan spesifikasi 250cc biasa — ini spesifikasi motor menengah. Daya pengereman terasa proporsional dan sangat terkontrol, memberikan rasa percaya diri di berbagai kondisi jalan.
USB Charging Port
Detail kecil tapi sangat diapresiasi: ada port USB charging yang tersembunyi rapi di dekat panel instrumen. Di era navigasi smartphone, fitur ini sudah bukan sekadar bonus — ini kebutuhan.
Tangki 15,5 Liter
Kapasitas tangki 15,5 liter cukup besar untuk cruiser 250cc. Dengan konsumsi rata-rata 30 km/liter, artinya jangkauan sekali isi penuh bisa mencapai lebih dari 450 km. Ini angka yang sangat baik untuk touring jarak jauh.
Data Teknis Lengkap
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Tipe Mesin | V-Twin, 4-stroke, Liquid-cooled, SOHC 8-valve |
| Kapasitas Silinder | 249.1 cc |
| Bore × Stroke | 53.5 × 55.4 mm |
| Rasio Kompresi | 11.8 : 1 |
| Daya Maksimum | 25.48 hp / 9.000 rpm |
| Torsi Maksimum | 25 Nm / 5.500 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | EFI (Fuel Injection) |
| Transmisi | 6-percepatan manual |
| Penggerak Akhir | Belt Drive |
| Kopling | Slipper Clutch |
| Rangka | Double-cradle steel |
| Suspensi Depan | Upside-down fork 37mm, travel 115mm |
| Suspensi Belakang | Dual shock, preload adjustable, travel 52mm |
| Rem Depan | Disc 320mm, kaliper 4-piston + Bosch ABS |
| Rem Belakang | Disc 260mm, kaliper 2-piston + Bosch ABS |
| Ban Depan | 130/90-16, CST |
| Ban Belakang | 150/80-16, CST |
| Tinggi Dudukan | 690 mm |
| Wheelbase | 1.490 mm |
| Panjang × Lebar × Tinggi | 2.230 × 865 × 1.090 mm |
| Ground Clearance | 173 mm |
| Berat Kosong | 200 kg |
| Kapasitas Tangki | 15.5 liter |
| Top Speed | ±125 km/jam |
| Baterai | 12V, 11.2Ah |
| ABS | Bosch Dual-Channel |
| TCS | Traction Control System ✓ |
| Lampu | Full LED (depan, belakang, sein) |
| Panel Instrumen | LCD berwarna bundar |
| USB Charging | Tersedia ✓ |
| Pilihan Warna | Black, Bordeaux, Blue, Silver, Green |
Jujur Apa Adanya
✓ Yang Kami Suka
- Desain cruiser premium yang autentik
- Mesin V-Twin dengan karakter dan suara nyata
- Belt drive — minim perawatan, lebih halus
- Slipper clutch di kelas ini sangat langka
- Bosch ABS dual-channel terpercaya
- Traction control (TCS) — langka di 250cc
- Tinggi dudukan 690mm sangat inklusif
- Tangki 15,5 liter untuk touring jauh
- Full LED dan LCD display modern
- Kualitas finish dan build quality solid
✗ Yang Perlu Dipertimbangkan
- Bobot 200kg terasa saat manuver parkir
- Radius putar cukup lebar di gang sempit
- Top speed 125 km/jam terbatas di jalan tol
- Spare part belt drive perlu dicek ketersediaan
- Layar LCD agak memantul di sudut tertentu
- Tidak ada windshield standar (tambahan aksesori)
- Harga di atas rata-rata kelas 250cc
Siapa yang Cocok dengan C252V?
Morbidelli C252V bukan motor untuk semua orang — dan itu bukan kelemahan, melainkan kekuatannya. Motor ini dirancang dengan persona yang jelas: pengendara yang menginginkan pengalaman cruiser premium dengan budget yang tidak harus selangit.
Jika Anda adalah seseorang yang bosan dengan motor 250cc "biasa", ingin memiliki motor yang benar-benar menarik perhatian di jalan, dan mengapresiasi teknologi modern yang dikemas dalam estetika klasik — C252V adalah jawaban yang sangat meyakinkan.
Motor ini juga sangat cocok untuk pengendara yang baru ingin naik kelas dari motor harian ke cruiser, tanpa harus langsung melompat ke mesin 500cc atau lebih yang berat dan mahal. Tinggi dudukan 690mm yang rendah dan bobot yang tetap terkontrol menjadikan C252V sebagai batu lompatan yang sempurna.
Untuk mereka yang sering touring jarak jauh, kombinasi tangki besar, postur berkendara nyaman, belt drive minim perawatan, dan fitur keselamatan lengkap membuat C252V menjadi teman touring yang sangat kompeten.
— Terima kasih sudah membaca review panjang ini. Kalau kamu punya pertanyaan atau sudah pernah test ride C252V sendiri, bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 🏍
0 Comments